Menteri Asman : Jangan Menjadi Serikat Pekerja

IMG-20160804-WA0010JAKARTA – Menteri PANRB Asman Abnur menerima kunjungan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Korpri Zudan Arif Fakrulloh, Waketum Fahmi Idris, Sekjen KORPRI Bima Haria Wibisana, Wakil Ketua Koswara dan sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) KORPRI Pusat di ruang kerjanya, Kamis (04/08).
Dalam kesempatan itu, Menteri PANRB menegaskan agar anggota KORPRI selaku mesin Birokrasi pemerintahan tidak pernah berhenti bergerak dan siap berubah menjadi pelayan masyarakat. “Sesuai arahan Bapak Presiden, pelayanan publik oleh seluruh instansi pemerintah harus lebih ditingkatkan,” ujarnya.
Presiden juga menekankan pentingnya penerapan e-government, khususnya e-budgeting. Namun disadari bahwa dalam waktu tiga tahun akan sulit terwujud seluruhnya. Karena itu, Menteri Asman mengatakan perlunya ditetapkan daerah-daerah yang sudah melaksanakan e-budgeting menjadi role model. Ia menunjuk Kabupaten Banyuwangi, yang menerapkan e-village dan sejumah daerah lain.
Dalam hal ini, Menteri Asman minta kepada jajaran KORPRI untuk mendukung program-program yang akan diterapkan sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Pasalnya, anggota KORPRI yang merupakan PNS, ditambah dengan pegawai BUMN sebagai aktor yang melaksanakan setiap kebijakan pemerintah. Karena itu, KORPRI harus lebih proaktif, da berdiri digaris terdepan dalam pelaksanaan reformis birokrasi.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Menteri juga wanti-wanti agar KORPRI tidak menjadi serikat pekerja. Anggota harus profesional, netral dan sejahtera, meskipun ketiganya masih belum bisa terwujud.
Dalam hal profesionalisme, Asman menyebut bahwa faktanya sekitar 60 persen PNS hanya memiliki keahlian di bidang administratif. Dalam hal netralitas, masih sering dihadapkan pada persoalan-persoalan klasik, terutama saat pilkada. Banyak PNS yang menjadi korban politisasi, atau ikut melibatkan diri dalam kegiatan politik.
Persoalan lain adalah soal kesejahteraan. Meski pemerintah sudah menaikkan gaji dan emberikan tunjangan bagi PNS, tetapi hal ini tentu belum maksimal. “Saya yakin KORPRI bisa berperna besar di sini,” ujar Asman.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum KORPRI Zudan mengungkapkan bahwa pihaknya akan membangun KORPRI Mart, yang diharapkan bisa direalisir tahun 2016 ini. “Saat ini kami sudah menjalin kerjasama dengan beberapa pihak, untuk mewujudkan rencana tersbut,” ujarnya, seraya menambahan bahwa nantinya anggota KORPRI dapat berbelanja di KORPRI Mart dan mendapatkan diskon.
Zudan menambahhkan, dengan usaha tersebut, selain meningkatkan kesejahteraan anggota juga bisa mendapat keuntungan yang bisa digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan KORPRI, sehingga tidak perlu memungut iuran anggota.
Menanggapi hal itu, Menteri Asman menyatakan dukungannya, dan mendorong agar rencana tersebut segera direalisir. Sebagai perbandingan, Asman menunjuk NTUC punya serikat buruh Singapura. Tinggal masukkan kartu, mereka dapat diskon. Untuk tahap awal, bisa juga dijajaki kerjasama, misalnya Alfa Mart atau Indomart. (HUMAS MENPANRB)

Anggota KORPRI Fokus Bekerja Untuk Bangsa.

Berkenaan dengan pernyataan Bapak Zulkifli Hasan Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN di media online yang cenderung mendiskreditkan PNS, hal tersebut menimbulkan perasaan tidak nyaman dan bila tidak segera dilokalisir bisa menimbulkan kemarahan kolektif di kalangan PNS.  Salah satu pernyataan beliau yang sangat disayangkan adalah: “Jangan melakoni profesi sebagai politisi, tapi perilakunya seperti PNS, itu sangat keliru. Misalnya politisi tidak aktif kalau ketua umumnya tidak datang. Nah itu perilaku PNS,”.

Continue reading Anggota KORPRI Fokus Bekerja Untuk Bangsa.